Mau Mulai Bisnis Tapi Takut Nggak Laku? Ini Tipsnya

TEMPO Interaktif, Jakarta – Apakah Anda termasuk orang yang takut memulai berwirausaha? Memang, bagi seorang pemula, faktor modal dan pengelolaan keuangan kerap menjadi kendala utama untuk memulai suatu usaha. Setelah anda meluncurkan toko online anda dapat mulai mengumpulkan e-mail list dan membangun referral visitors. Dengan melakukan hal tersebut sejak hari pertama, anda akan lebih mudah menumbuhkan basis audiense dengan lebih cepat. Hanya dengan fokus pada media sosial, e-mail listing dan referral maka anda tidak perlu lagi menghabiskan banyak uang untuk iklan dalam jangka panjang.

Setiap kali dia melihat layar monitor yang memampang informasi pergerakan kurs valuta asing, tanpa ia sadari kecemasan langsung menyergap. Sebelum kita dapat mengatasi rasa takut tersebut, mari kita kenali dahulu apa sesungguhnya yang dimaksud dengan rasa takut. Bila kita mengenal rasa takut ini dengan baik maka kita akan mampu mengatasinya. Banyak orang tidak memulai bisnisnya, rupanya disebabkan oleh rasa ketakutan yang besar.

Segmentasi bukanlah tugas yang mudah tetapi penting bagi marketer karena membantu mereka menargetkan audiens yang tepat dan juga memahami preferensi mereka. Penting bagi marketer untuk mengidentifikasi segmen pelanggan agar dapat lebih menyesuaikan strategi pemasaran yang sesuai dan diminati oleh mereka. Untuk menentukan target audiens, penting untuk melihat terlebih dahulu siapa yang dibidik oleh perusahaan Anda. Anda juga harus mencoba memahami tema yang mendasari pelanggan agar dapat membuat konten yang relevan dan dihargai.

Alasan mental seorang wirausahawan harus kuat adalah agar bisa bertahan meski dalam situasi penuh risiko. Ada istilah “high threat, excessive return” yang mampu menjelaskan jika dibalik suatu risiko yang besar terdapat hasil yang besar pula. Jadi ketika seseorang merasa termasuk orang yang takut dalam mengambil risiko, sudah pasti orang tersebut takut untuk menjalankan bisnis. Milikilah motivasi yang tinggi, karena motivasi memiliki peran penting dalam menjalankan bisnis dan meraih kesuksesan. Motivasi adalah hal yang akan membantu mendorong Anda untuk bertindak mencapai tujuan yang Anda buat.

Bagaimana perasaan memulai bisnis

Tentu saja, Kamu akan memerlukan waktu untuk melakukan persiapan-persiapan, mulai dari menawarkan contoh hasil kerajinan serta membuat branding produk. Kamu bisa menggunakan modal dari tabungan pribadi yang memang sudah disiapkan untuk bisnis. Cara kedua jika kamu butuh modal yang relatif besar maka bisa melakukan pinjaman pada bank seperti Kredit Tanpa Agunan , Peer to Peer Lending , dan sebagainya. Apa pun jenis bisnisnya, membuat tujuan jangka pendek, menengah, dan panjang itu penting. Apa pun tujuannya, pastikan tujuan tersebut terukur, jelas, spesifik, dan possible. Apa pun tujuan bisnis kamu, usahakan untuk melakukan pengelolaan bisnis yang tepat.

Keterpurukan hanya akan membuat diri menjadi tertutup dan enggan menerima segala sesuatu yang dirasa ‘tidak mungkin untuk dilakukan’. Jika terus menerus memfokuskan diri sebagai penyandang disabilitas maka kecenderungan dan semangat untuk sukses tidak akan ada di pikiran. Ketika kegagalan datang, jangan pernah putus asa dan cobalah terus bersemangat. Jadikan kegagalan sebagai pengalaman dan belajarlah dari pengalaman tersebut.

Mereka sangat aktif mengedukasi pelanggan di media sosial dengan sering memposting mengenai cara kerja sistem Group Buying. Selain itu, tak hanya menjual makanan dan minuman, Couvee juga menjual berbagai merchandise di gerai mereka. Ini tentu menjadi alternatif pemasukan dan merupakan salah satu cara terbaik untuk meningkatkan brand consciousness. Puyo Dessert adalah contoh sukses dari pemanfaatan media sosial untuk berbisnis. Namun juga cafe nyaman dengan menu yang menarik, event Situs Bola Online house yang menjalankan berbagai kegiatan dari kecil hingga besar, serta program yang menambah ilmu bagi anggotanya. Hotama bisa mendapatkan klien-klien seperti itu karena layanan yang ditawarkannya.

Posted in LIP